MEDIA DEMOKRASI, Jakarta - Kabar menghebohkan datang dari vaksin Covid-19 Pfizer. Sebuah riset terbaru di Afrika Selatan menunjukkan, Omicron mampu mengurangi antibodi yang dihasilkan oleh perusahaan vaksin Pfizer asal AS.
Prof Alex Sigal dari Africa Health Research Institute dan tim ilmuwan, menguji sampel darah dari 12 orang yang sebelumnya telah divaksinasi dengan Pfizer. Hasilnya, ada penurunan antibodi hingga 41 kali lipat dalam menangani varian terbaru corona itu.
Ini berbeda dengan varian lain yang juga mewabah di Afsel, Beta. Meski sama-sama turun, antibodi yang diinduksi vaksin melemah tiga kali lipat dalam kemampuannya melawan Varian Beta.
"Hasil yang kami sajikan di sini dengan Omicron menunjukkan pelarian yang jauh lebih luas daripada Varian Beta," tulis para peneliti dikutip Rabu, (8/12/2021).
Meski begitu, peneliti meyakini suntikan penguat (booster) akan bermanfaat. Para peneliti menilai booster akan meningkatkan tingkat netralisasi dan kemungkinan memberikan perlindungan dari penyakit parah pada infeksi Omicron."
Sementara itu, CEO Pfizer, Albert Bourla, mengatakan perusahaannya dapat mengembangkan vaksin yang secara khusus menargetkan Omicron pada Maret 2022 jika diperlukan.
Menurut Bourla, itu akan memakan waktu beberapa minggu untuk mendapatkan data yang lebih pasti tentang apakah vaksin saat ini memberikan perlindungan yang cukup terhadap varian tersebut.
"Perlindungan yang diberikan oleh vaksin dua dosis kami kemungkinan akan menurun dalam menghadapi Omicron," ujarnya.
Omicron memiliki sekitar 32 mutasi yang umumnya membuat virus lebih menular. Kepala penasihat medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci mengatakan bahwa kemampuan penularan kuat ini terlihat dari data infeksi di Afsel yang melonjak tajam.
Meski begitu, Dewan Penelitian Medis Afsel dalam sebuah laporan menemukan bahwa sebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit di Pretoria yang menderita Covid, tidak memerlukan oksigen tambahan. Banyak pasien disebutkan mengalami gejala yang sangat ringan saat terinfeksi varian ini.
Namun WHO meminta dunia tidak mengambil kesimpulan secara cepat. Apalagi rata-rata kasus Afrika merupakan kelompok muda, yang memang mendominasi populasi kawasan itu.
Produksi Vaksin Baru
Vibiznews.com menulis, bursa Wall Street berakhir naik terpicu optimisme Pfizer mengatasi Omicron. Sementara CNBC melaporkan, Pfizer memproduksi vaksin baru untuk melawan varian Omicron.
Kabar-kabar itu tak selalu berefek positif pada pembaca. Akun Banyoe Biroe di Twitter justru merespon negatif.
"Di Pittsburg Amerika Serikat dan Taiwan, remaja-remaja yang sehat dan tidak memiliki masalah medis, mulai mengalami radang jantung setelah injeksi Pfizer ke dua. Ajaibnya, kini mereka mengubah definisi itu untuk melawan varian Omicron," cuitnya.(SN)
Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya
081351921771
mediademokrasi@gmail.com
Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer