MEDIA DEMOKRASI, Tangerang - Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ekspor benih bening lobster ilegal senilai Rp5,17 miliar melalui barang bawaan penumpang tujuan Singapura.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, di Tangerang, Kamis (16/10/2025), mengatakan petugas mengamankan empat orang tersangka dalam penindakan itu, yaknj berinisial MR (38), PA (46), SA (36), dan DO (26) dengan barang bukti sebanyak delapan buah koper berisi 172 kemasan benih lobster dengan total sebanyak 172.611 ekor.
"Pengungkapan bermula dari informasi tim analis Bea dan Cukai Soekarno-Hatta tentang adanya dugaan ekspor ilegal BBL dengan modus dibawa melalui barang bawaan penumpang. Tim gabungan mencurigai delapan unit bagasi penumpang yang akan melakukan perjalanan ke Singapura melalui rute penerbangan CGK-SIN dengan maskapai Air Asia (QZ-264)," jelasnya.
Gatot mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap delapan koper yang berisikan 54 bungkus dengan isi sebanyak 52.400 ekor benih lobster jenis pasir.
Dari pengakuan tersangka, mereka diperintah seorang berinisial A dan S untuk mengambil koper tersebut di area keberangkatan Terminal 2 Bandara Soetta dan mengantarkan kepada seseorang di Singapura dengan upah masing-masing Rp10 juta–Rp15 juta.
"Sementara pada koper milik PA, 32 bungkus (32.287 ekor) benih lobster jenis pasir pada koper milik MR, 40 bungkus (40.000 ekor) benih lobster jenis pasir pada koper milik SA, dan 46 bungkus (47.924 ekor dengan rincian 45 bungkus berisi 46.342 benih lobster jenis pasir dan 1 bungkus berisi 1.582 benih lobster jenis mutiara) pada koper milik DO," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa benih lobster merupakan komoditas yang dibatasi ekspornya dan memerlukan izin sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan.
Barang bukti sebanyak 172.611 ekor benih lobster itu selanjutnya akan dilakukan pelepasliaran bersama Barantin dan PSPL Serang di Pantai Carita, Pandeglang, pada Rabu, 24 Oktober 2025.
"Pembatasan ekspor terhadap benih lobster dilakukan guna mendorong budidaya lobster dalam negeri dan meningkatkan ekspor lobster untuk ukuran konsumsi, juga untuk mencegah eksploitasi dan menjaga kelestarian lobster di habitatnya," ujarnya.
Sumber : ANTARA
Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya
081351921771
mediademokrasi@gmail.com
Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer