Bawaslu Pasaman Barat Temukan Warga Meninggal Masuk Data Pemilih

MEDIA DEMOKRASI, Simpang Empat - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menemukan 384 orang warga yang sudah meninggal dunia dan pindah domisili masuk ke dalam data pemilih berkelanjutan.

"Dari hasil pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode Juni-September ditemukan 384 orang yang telah meninggal dunia dan pindah domisili," kata Ketua Bawaslu Pasaman Barat Wanhar di Simpang Empat, Senin (29/9/2025).

Dia mengatakan dari 384 orang itu terdiri dari warga yang telah meninggal dunia sebanyak 205 orang dan pindah domisili sebanyak 179 orang.

Selain itu pihaknya juga menemukan  data narapidana bebas pasca daftar pemilih tetap pada pemilihan umum tahun 2024 sebanyak 17 orang, data narapidana hingga 2029 sebanyak 126 orang dan pensiunan Polri tahun 2025 sebanyak 3 orang.

"Kita telah menyampaikannya ke pihak KPU agar dilakukan perbaikan saat rapat koordinasi bersama TNI, Polri, Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Badan Kesatuan Bangsa Politik beberapa waktu lalu," kata Wanhar.

Pihaknya mengharapkan dengan adanya pengawasan data pemilih ini maka akan menciptakan data pemilih yang akurat dan tidak ada data yang bisa disalahgunakan nantinya.

Menurutnya sinergi antara Bawaslu, KPU,  Disdukcapil, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan agar data pemilih bisa lebih akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan hak pilihnya karena persoalan administrasi kependudukan pada pemilu nantinya," ujarnya.

Dia menyebutkan selama ini masih sering ditemukan data pemilih yang belum sinkron dengan data kependudukan, terutama terkait pemilih pemula, pindah domisili, atau warga yang telah meninggal namun masih tercantum dalam daftar pemilih.

"Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan seluruh proses pemutakhiran data pemilih di Pasaman Barat ke depan akan berjalan lebih efektif dan efisien, mengurangi tumpang tindih data, serta meminimalkan potensi celah manipulasi," ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : ANTARA

Redaksi
170

Featured News

Official Support

Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya

081351921771

mediademokrasi@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer