Polres Bangka Selatan Temukan Indikasi Kekerasan Korban Perundungan

MEDIA DEMOKRASI, Toboali, Babel- Kepolisian Resor Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan hasil autopsi terhadap seorang siswa sekolah dasar berinisial Zh (10) yang menjadi korban perundungan menunjukkan adanya indikasi kekerasan fisik.

Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto di Toboali, Selasa (9/9/2025), mengatakan tim forensik menemukan adanya resapan darah pada otot dada dan perut korban akibat benturan benda tumpul.

“Autopsi dilakukan atas permintaan keluarga yang merasa ada kejanggalan atas meninggal dunia korban,” kata Agus.

Meski demikian, ia menegaskan pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, korban sebelumnya diketahui menderita penyakit usus buntu.

“Penyebab meninggalnya besar kemungkinan karena infeksi akibat kebocoran usus buntu yang menimbulkan infeksi sistemik,” ujarnya.

Agus menjelaskan pada pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda kekerasan yang mencolok, namun terdapat bekas perawatan medis berupa jahitan operasi di bagian perut. 

Sedangkan hasil pemeriksaan dalam juga menunjukkan adanya bekas luka operasi pada usus buntu.

Terkait kasus dugaan perundungan yang dialami korban, Polres Bangka Selatan telah menetapkan lima anak sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), masing-masing DMP (12), SM (11), IDP (11), HL (11), dan AS (11).

“Empat anak menjalani proses diversi sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Namun diversi terhadap DMP tidak berhasil, sehingga berkas perkaranya segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : ANTARA

Redaksi
227

Featured News

Official Support

Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya

081351921771

mediademokrasi@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer