Bupati Aceh Tengah: Perlu Hilirisasi Kopi Gayo untuk Beri Nilai Tambah

MEDIA DEMOKRASI, Banda Aceh - Pj Bupati Aceh Tengah T Mirzuan menyebutkan perlunya hilirisasi kopi Gayo agar memiliki nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Mirzuan menyebutkan saat ini kopi arabika Gayo umumnya masih dijual dalam bentuk biji hijau (green bean)  sehingga harganya tidak maksimal.

"Kami menginginkan adanya nilai tambah, paling tidak kopi Gayo bisa dijual keluar negeri dalam bentuk roasted bean, dengan begitu kesejahteraan masyarakat meningkat” kata Mirzuan di Banda Aceh, Kamis (12/10).

Pernyataan itu disampaikan Mirzuan saat menghadiri acara Aceh Gayo Sustainable Investment Dialogue (AGASID) 2023 di Banda Aceh.

Sebab itu, dia menjelaskan, sangat diperlukan adanya sinergi antara para pihak lintas sektor di provinsi berjuluk Tanah Rencong itu untuk mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kopi Gayo.

Apalagi, lanjut dia, kopi Gayo yang berasal dari dataran tinggi di provinsi paling barat Indonesia itu merupakan komoditas unggulan yang sejak lama telah diakui dunia sebagai kopi berkualitas.

Maka AGASID 2023 sebagai forum investasi, diharap dapat berkontribusi pada hal tersebut, sesuai tema yang diusung yakni memperkuat perekonomian Aceh melalui investasi berkelanjutan dan komoditas bernilai tambah.

"Dengan sinergi para unsur kami selaku Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menginginkan adanya nilai tambah kopi Gayo," ujar Mirzuan.

Forum investasi itu merupakan kerjasama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh.

Di sisi lain, sebelumnya, Kepala Kanwil Bea Cukai Perwakilan Aceh Safuadi menyampaikan bahwa permintaan dunia untuk kopi Aceh sebenarnya terus mengalami peningkatan, maka sudah seharusnya potensi yang ada di Aceh dapat dikembangkan.

Produk kopi Aceh, kata Safuadi, sudah banyak di ekspor ke berbagai negara, dan lazimnya sejauh ini ke Amerika dan negara di Eropa, terutama Belanda.

Sekarang, kopi Aceh semakin banyak diminati, dan terbukti sudah ada permintaan baru secara khusus ke Italia sebanyak 60 ribu ton kopi Aceh.

"Permintaan Italia ini prospek dan pasar baru yang harus disambut oleh Aceh (pemerintah), karena mereka sengaja datang ke Aceh untuk mencari komoditas kopi," kata Safuadi. (ANT)

Redaksi
623

Featured News

Official Support

Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya

081351921771

mediademokrasi@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer