MEDIA DEMOKRASI, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menerjunkan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu warga terdampak musibah angin puting beliung yang melanda Desa Muara Dadahup.
"Kami telah droping terpal, selimut dan matras alas tidur untuk warga yang rumahnya rusak berat,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas Yanmarto di Kuala Kapuas, Senin (1/9/2025).
Menurut dia, bantuan ini merupakan respon cepat pemerintah daerah untuk memastikan warga terdampak tetap mendapatkan perlindungan dan kenyamanan di tengah kondisi darurat.
“Kami ingin warga tidak merasa sendirian. Bantuan ini mungkin belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan, namun setidaknya bisa digunakan sebagai penunjang sementara,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan, tim Tagana juga membantu warga membersihkan puing-puing rumah yang rusak serta memasang terpal di beberapa bangunan yang kehilangan atap. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan dukungan fisik, tetapi juga dukungan moral bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Yanmarto menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi di Desa Muara Dadahup. Jika diperlukan, bentuk bantuan lain juga akan diupayakan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.
“Saat ini, BPBD, Dinsos aparat desa setempat, tengah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak angin puting beliung,” katanya.
Puluhan rumah warga di bantaran Sungai Desa Muara Dadahup, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, porak-poranda setelah dihantam angin puting beliung pada Minggu (31/8) sore.
"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.14 WIB, disertai hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandingan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun petugas BPBD di lapangan, sedikitnya 45 rumah warga mengalami kerusakan, dengan satu di antaranya mengalami rusak berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, banyak rumah yang sebagian besar berkonstruksi kayu kehilangan atap karena terjangan angin kencang.
Berdasarkan laporan warga, angin kencang datang tiba-tiba dari arah sungai bersamaan dengan hujan deras. Dalam hitungan menit, rumah-rumah yang didominasi bangunan kayu rusak parah. Atap beterbangan, dinding rumah roboh, bahkan beberapa perahu milik warga terbalik akibat gelombang yang dipicu puting beliung.
Sumber : ANTARA
Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya
081351921771
mediademokrasi@gmail.com
Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer