MEDIA DEMOKRASI, Jakarta – Pengamat politik menyebut agar partai maupun simpatisannya harus waspada, tidak terbuai rilis Lembaga Survey Indostrategic. Rilis menyebut jika Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada pada posisi teratas, disusul Prabowo Subianto-Puan Maharani.
Survey itu dibuat terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2024, dilakukan pada 23 Maret-1 Juni 2021 dengan total responden 2.400 yang tersebar di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan metode multi-stage random.
“Dalam politik, harus waspada, apa saja bisa terjadi. Apa saja bisa dikorbankan, bisa menina-bobokan lawan, untuk menjungkalkan di belakang hari kemudian. Mari cermat dalam membaca konstelasi politik yang sekarang terjadi,” komentar Amiruddin SAg MM, pengamat politik asal Universitas Pamulang saat dihubungi Rabu (4/8/2021).
Tidak sedikit yang menilai, tujuan hanya untuk mengenalkan Puan Maharani ke masyarakat, bahwa dia sudah diperhitungkan dengan raihan nomor 2. Jadi jika kelak jadi nomor 1, masyarakat diharapkan tidak kaget.
“Tapi publik sudah pintar. Bahkan dari survey mereka sendiri terlihat, secara personal Puan tak dihitung, bahkan kalah telak disbanding Pak Ganjar Pranowo, dari partai yang sama. Tapi Pak Ganjar sekarang kan kesannya diabaikan demi Puan,” imbuh Amiruddin.
Menurut Indostrategic, survei ini dilakukan secara tatap muka dengan mengedepankan protokol kesehatan. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2 persen.
"Pertama mendapatkan porsi tertinggi itu adalah Anies-AHY, yaitu angka 20,25 persen, selanjutnya Prabowo-Puan di urutan kedua dengan angka 14,65 %, kemudian Ganjar-RK ada di angka 8,05 persen," kata Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam dalam konferensi pers virtual, Selasa (3/8/2021).
Aspirasi Rakyat
Umam mengatakan Anies-AHY menduduki posisi teratas karena kuatnya aspirasi masyarakat yang menginginkan pemimpin baru. Namun Umam menilai Anies-AHY akan sulit terwujud karena Anies tidak memiliki kekuatan partai politik.
"Dari hasil ini yang coba kita bisa tafsirkan bahwa nama Anies-AHY yang berada dalam posisi satu misalnya mengindikasikan bahwa kuatnya aspirasi dari masyarakat untuk mendapatkan calon pemimpin baru. Meskipun pada saat yang sama, pasangan ini tentu membutuhkan kerja keras untuk mewujudkannya, karena Anies nggak punya basis dukungan parpol yang real. Dia harus meyakinkan berbagai parpol mitra untuk membentuk gerbong koalisi," ujar Umam.
Sedangkan di posisi kedua Prabowo-Puan, memang memiliki kekuatan partai politik yang besar. Pasangan ini, menurut Umam, berpotensi akan terwujud karena dukungan parpol yang kuat.
"Meskipun Pak Prabowo-Puan berada di urutan kedua, kalau kita lihat dari kekuatan parpol Prabowo-Puan memiliki basis kekuatan yang real, dan lebih kuat. Oleh karena itu, ini menjadi dilema kalau kekuatan parpol menentukan maka angka ini berpotensi ter-boosting lebih tinggi," ujarnya.
"Tapi kalau nggak mampu mengkonsolidasikan dan tidak mampu meyakinkan partai politik mitra tentu juga tidak mudah untuk mewujudkannya," lanjut Umam.
Elektabilitas Pasangan Capres-Cawapres 2024 versi Indostrategic:
Anies Baswedan-AHY 20,25%
Prabowo Subianto-Puan Maharani 14,65%
Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil 8,05%
Prabowo- Ridwan Kamil 5,13%
AHY-Sandiaga Uno 5,05%
Ganjar Pranowo-AHY 4,05%
Prabowo-Sandiaga 2,45%
Puan-Ridwan Kamil 2,35%
AHY-Muhaimin Iskandar 2,15%
Ganjar-Airlangga 1,80%
Anies-Sandiaga 1,65%
Lainnya 8,92%
Tidak Tahu 16,15%
Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya
081351921771
mediademokrasi@gmail.com
Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer