MEDIA DEMOKRASI, BARITO UTARA – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi harapan hidup bagi Ida Juniarti (50), salah satu warga Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Sebab, sejak tahun 2017 lalu, Ida Juniarti ini didiagnosa sakit gagal ginjal dan harus rutin melakukan cuci darah dua kali dalam seminggu.
Walau menjalani cuci darah sudah menjadi sebuah keharusan, Ida tidak pernah putus asa atau merasa bosan karena layanan JKN yang diberikan dari pihak RSUD Muara Teweh begitu berkesan. Pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD Muara Teweh meyakinkan dirinya bahwa layanan JKN ramah tanpa diskriminasi sesuai dengan janji layanan JKN.
“Pelayanan yang diberikan oleh dokter dan perawat luar biasa, sangat memperhatikan keadaan pasien, paling nyaman ruangannya disini, tidak ada dibeda-bedakan, pelayanan sama dan tidak ada dipersulit sama sekali, ketika masuk ke ruang Hemodialisa (HD) dan mengurus administrasinya mudah bahkan dibantu oleh para perawat untuk mengurusnya,” kata Ida di ruang HD RSUD Muara Teweh, Jum’at (3/11/2023).
Tidak hanya itu, dirinya mengatakan perawat di ruang HD RSUD Muara Teweh juga kerap kali membantu untuk menyiapkan makan sembari dirinya menjalani proses cuci darah. “Biar tidak ada keluarga yang menemani cuci darah, perawatnya memperhatikan sekali sampai ikut membantu menyiapkan makanan kita,” ucapnya.
Ida juga menceritakan ketika pertama kali dirinya di diagnosa sakit gagal ginjal. “Jadi mungkin ketika di kampung, karena saya ada sakit hipertensi sering minum obat sembarangan yang dibeli di warung yang penting sakit kepala yang saya rasakan hilang, hingga saya menjalani opname selama 19 hari di RSUD Muara Teweh, hasil laboratorium tenyata sakitnya dibagian fungsi ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin,” terangnya
Terdaftar sebagai peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Mandiri di kelas III, Ida mengatakan iuran setiap bulan yang dibayar tidak sebanding dengan besarnya manfaat yang telah didapat.
“Kalau bukan dari Program JKN, entah dari mana saya bisa membayar biaya cuci darah karena setiap kali cuci darah dengan biaya umum bisa mencapai jutaan rupiah, saya sangat bersyukur ini semua sudah ditanggung dari Program JKN” tambahnya.
Saat ini, Ida Juniarti memiliki tiga orang anak dan menjalani kesehariannya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dan mengaku tetap berupaya membayar iuran secara mandiri.
“Kalau bisa bayar sendiri, kami sekeluarga memutuskan untuk tetap menjadi peserta mandiri dan membayar iuran, karena iuran yang dibayarkan dari peserta lainnya juga telah membantu saya, jadi gotong royong saling membantu,” tutur Ida.
Ia pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Program JKN BPJS Kesehatan dan RSUD Muara Teweh atas manfaat dan pelayanan yang diberikan.
“Saya berterima kasih kepada Program JKN BPJS Kesehatan bisa membantu dan jangan sampai berhenti membantu karena kasihan nasib kami ini, terutama kami yang harus rutin untuk cuci darah, begitu juga saya ucapkan terima kasih kepada RSUD Muara Teweh, perawat di ruang HD yang sangat baik dalam memberikan pelayanan,” kata dia.(adm)
Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya
081351921771
mediademokrasi@gmail.com
Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer