MEDIA DEMOKRASI, Muara Teweh-Setelah diresmikan oleh Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin beberapa waktu lalu, kini Bandara Haji Muhammad Sidiq (HMS) yang berada di Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara (Barut) siap menerbangkan penumpang ke beberapa tujuan daerah menggunakan pesawat Wings Air (ATR 72-600).
Bupati Barito Utara H Nadalsyah saat memimpin rapat bersama para insvestor yang awalnya di pimpin asisten Sekda Rahmad Muratni di aula lantai I, mengatakan penerbangan pertama dengan pesawat jenis Wings Air (ATR 72-600) ini berkapasitas tempat duduk kurang lebih 80 orang.
“Pemerintah Kabupaten Barito Utara sudah membuat MoU dengan pihak Wings Air. Dan dari pihak Wings Air bisa menerbangkan pesawat ini kalau penumpangnya diatas 40 orang,” kata orang nomor satu di Barito Utara ini, Kamis (25/11/2021) siang.
Dikatakan bupati yang akrab disapa H Koyem ini, demi kemajuan dan kelancaran dan ada aktivitas di bandara yang baru, pemerintah daerah hanya drop seat (tempat duduk) 40 orang. “Kalau kurang dari 40 orang penumpang, berarti Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang akan nombok kekurangan seat tersebut,” kata H Koyem.
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengundang stakeholder atau pemangku kepentingan yang berinvestasi di wilayah Barito Utara khususnya dan di Kalimantan Tengah pada umumnya untuk di DAS Barito ini.
“Yang nantinya mungkin sebagian besar akan menggunakan transportasi udara menggunakan pesawat tersebut. Kami mohon bantuannya, agar beban dari Pemkab Barito Utara untuk dapat menutupi kekurangan-kekurangan dari seat penumpang tersebut,” ucapnya.
Lebih lanjut Nadalsyah, tujuan pemerintah mengundang tidak lain dan tidak bukan hanya menginginkan perusahaan yang berinvestasi di wilayah Barito Utara bisa membantu dan meringankan beban pemerintah daerah.
“Saya mohon kepada, baik itu direktur, manajer, dan siapa saja bisa memberi masukan kepada ownernya walaupun tidak berada di sini atau di Jakarta dapat memberikan masukan dan membantu meringankan beban dari Pemkab Barito Utara,” pintanya.
Pemilik perusahaan yang sudah mengeksploitasi dan mengambil sumber daya alam (SDA) yang ada di Barito Utara tempat bekerja, wajiblah untuk membantu beban pemerintah daerah.“Kalau ada komplik sosial dan lain sebagainya ke pemerintah daerah juga untuk menyelesaikannya,” ujarnya.
Bupati juga berharap, bagi siapa saja yang berinvestasi di wilayah Barito Utara bisa berkontribusi terhadap masyarakat maupun kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara. “Kami tidak meminta yang memberatkan kepada perusahaan-perusahaan, tetapi kami memohon bantuannya dan ada timbal balik untuk pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia juga mengatakan sebelum dirinya jadi bupati, ia sudah memiliki perusahaan hingga sekarang, dan sebagian hasil dari perusahaan yang dikelola, dibagi-bagikan untuk membantu pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam hal itu membantu masyarakat,” ungkapnya.
Ditambahkannya, seandainya Pemkab Barito Utara hanya mengandalkan APBD saja, kemungkinan dengan dana yang terbatas saat ini, apa lagi di musim pandemi Covid-19 mustahil ada pembangunan yang pesat di daerah ini tanpa ada bantuan dari pihak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Barito Utara ini.
“Saya atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Barito Utara memohon partisipasinya, khususnya dalam bidang penerbangan ini, agar penerbangan ini bisa lancar sepanjang minggu, sepanjang bulan dan seterusnya kita beroperasi di bandara HMS tersebut,” pungkasnya.
Sumber : KALTENG SATU
Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya
081351921771
mediademokrasi@gmail.com
Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer