Seorang warga di Gorontalo Utara Diduga Tewas Gantung Diri

MEDIA DEMOKRASI, Gorontalo - Seorang ibu penjual es rumahan di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, diduga tewas gantung diri. Hal itu dilaporkan warga ke Kepolisian Resor (Polres) setempat, pada Senin malam (29/5) pukul 21.56 WITA.

"Kami menerima informasi naas tersebut yang dilaporkan warga saat mayat ditemukan. Personel langsung diterjunkan ke lokasi kejadian di Desa Botungobungo, Kecamatan Kwandang untuk memeriksa tempat kejadian perkara," kata Kapolres Gorontalo Utara AKBP Andik Gunawan, di Gorontalo, Selasa.

Korban bernama NB adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan es, berusia 24 tahun, asal Dusun VI Paria Desa Tabongo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo, sesuai kartu identitas korban.

Berdasarkan keterangan dari suami korban, Safrin Kadir, warga Dusun Pilomujia Desa Ilangata Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara, pada hari Senin (29/5), pukul 16.00 Wita, korban membantu suami bekerja mengangkut jagung di sekitar tempat tinggal korban. 

Menjelang malam, korban dan suami pulang ke rumah untuk mandi. Keduanya menumpang mandi di rumah keluarga karena tidak memiliki kamar mandi.

Setelah itu, sang suami sempat meminta korban untuk membersihkan rumah karena tidak ingin rumah terlihat kotor saat berjualan.

Kemudian suami korban kembali ke rumah keluarganya untuk mengambil galon dan kembali pulang sekitar pukul 20.00 Wita. Melihat suaminya telah pulang, korban kemudian masuk kamar dan mengunci pintu.

Sekitar pukul 21.00 Wita, suami korban meminta anak mereka untuk tidur bersama ibunya. Namun beberapa saat kemudian, terdengar suara tangisan anak itu, karena pintu kamar tidak dibuka ibunya.

Merasa khawatir dengan kondisi itu, suami korban mengetuk pintu kamar yang terkunci dari dalam. Karena tidak mendapat respon, ia mendobrak pintu dan menemukan korban dalam keadaan tergantung (gantung diri).

Andik menjelaskan, suami korban langsung memanggil ayahnya bernama Kadir untuk mengangkat korban yang dalam keadaan tergantung dan melepas tali ikatan.

Keduanya sempat menepuk-nepuk  punggung korban untuk memastikan apakah masih hidup atau sudah meninggal.

"Saat itu suami korban sudah memastikan korban telah dalam kondisi meninggal dunia," jelas Kapolres.

Sekitar pukul 21.30 Wita, kejadian dilaporkan ke pihak Polres.

"Saat ini, penyelidikan di tempat kejadian perkara sementara dilakukan untuk memastikan penyebab peristiwa ini," katanya pula. Sementara jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Umar Sidiki. (ANT)

Redaksi
706

Featured News

Official Support

Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya

081351921771

mediademokrasi@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer