Mediademokrasi, Muara Teweh – Bupati Barito Utara H Shalahuddin turut berikan arahan kerja pada saat mengahidiri acara di Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Barito Utara (PUPR Barut) pada, Jum’at (12/12).
Shalahuddin dalam sambutannya, menyoroti keberhasilan pemulihan anggaran daerah dari Rp1,7 triliun kembali menjadi Rp3,2 triliun melalui dukungan dana GDF.
Dengan pulihnya kapasitas fiskal, Pemkab Barito Utara akan mengakselerasi program prioritas, termasuk visi dan misi dan 11 program unggulan lainnya. Seluruh SKPD hingga kecamatan telah dilibatkan dalam penyelarasan program melalui rapat maraton.
Salah satu perhatian utama adalah penyediaan alat berat untuk pembangunan swakelola. Bupati memberikan instruksi tegas bahwa alat berat tersebut tidak boleh disewakan, tidak boleh digunakan untuk proyek yang telah dikontrakkan, serta dilarang dipakai oleh perusahaan tambang dan perkebunan. Semua alat wajib diberi identitas resmi “Dinas PUPR”.
Disamping itu juga Pemkab juga memberikan fokus besar pada pembangunan infrastruktur strategis, yaitu tiga jembatan besar: Jembatan Sikan Tumpung Laung, Jembatan Lemo, dan Jembatan Lahei. Dua di antaranya telah mencapai 10–20 persen progres.
Dengan anggaran yang tersedia hingga Rp 1,5 triliun, ketiga proyek tersebut ditargetkan tuntas dan mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah, seperti Tumpung Laung–Palangka Raya menjadi hanya 4 jam dan Lahei menjadi 1 jam.
Di sektor pendidikan, Bupati memastikan tahun 2026 seluruh 32.000 siswa akan menerima paket bantuan lengkap, mencakup seragam, sepatu, tas, dan buku. Program kesehatan gratis cukup menggunakan KTP juga terus diperluas.
Seluruh program pembangunan akan dijalankan mulai 2026 dan dilanjutkan melalui program multi-year hingga 2030. Dalam penutup, Bupati mengajak seluruh masyarakat berdoa agar pembangunan berjalan lancar dan membawa kesejahteraan bagi Barito Utara.
Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya
081351921771
mediademokrasi@gmail.com
Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer