Anggota DPR: Penggunaan AI Tingkatkan Kapasitas Penyelenggaraan Pemilu

MEDIA DEMOKRASI, Jakarta - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ahmad Irawan menilai penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dapat meningkatkan kapasitas penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu).

"Penggunaan AI itu bisa digunakan untuk penyelenggaraan pemilihan, misalnya yang sekarang itu yang bisa dilakukan (berhubungan) kaitannya pemutakhiran data daftar pemilih tetap (DPT)," ujarnya dalam diskusi publik di Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Secara desain, kata Irawan, AI dapat membaca data besar yang sangat sulit diawasi satu persatu oleh penyelenggara di lapangan.

"AI itu bisa membaca. Nah, kalau itu bisa kita lakukan digitalisasi, menurut saya. Salah satu prinsip penyelenggaraan pemilih itu (dilakukan secara manual, red.) kita bisa capek," katanya.

Menurut Irawan, AI akan berperan penting dalam penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil (jurdil) karena dapat membangun konektivitas antarlembaga serta pengawasan berkelanjutan.

“Kunci dari penggunaan teknologi itu (AI), salah satunya adalah konektivitas antarlembaga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Irawan mengungkapkan bahwa pemutakhiran data sendiri tidak akan lagi dilakukan secara manual. Setiap data otomatis diperbaharui pada jenis data tertentu.

"Jadi, sumbernya itu, raw material-nya itu sejak dari dulu ketika, misalnya ibu-ibu mengandung, melahirkan. Itu mereka sudah bisa memprediksi bahwa 15, 16, 17 tahun kemudian, dia (anaknya, red.) telah memenuhi hak sebagai pemilih. Nah, di Indonesia kan masih manual," ucapnya.

Selain itu, Irawan juga mendorong digitalisasi sistem pemilu harus berfokus kepada hak perlindungan dan pelayanan pemilih. Menurutnya, beberapa aplikasi, salah satunya Sirekap yang sudah digunakan dapat ditingkatkan melalui AI.

Namun, kata dia, terdapat kelemahan dari penggunaan AI seperti kepercayaan dari masyarakat yang masih rendah. Untuk itu, ia menekankan keberhasilan sistem pemilu dengan penggunaan AI bisa tercapai dengan sosialisasi.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita percaya terhadap itu yang harus kita sosialisasikan terus, termasuk juga dengan nanti ke depan itu adalah bagaimana kita membangun satu rangka penyelenggaraan mobilitas yang memang bisa transparan," tuturnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : ANTARA

Redaksi
138

Featured News

Official Support

Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya

081351921771

mediademokrasi@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer