BNNP Kalsel Ingatkan HST Daerah Paling Rawan Narkoba

MEDIA DEMOKRASI, Banjarmasin - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BNNP Kalsel) mengingatkan semua pihak untuk memberikan perhatian serius bagi Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) karena daerah paling rawan peredaran narkoba.

"Narkoba masih banyak beredar di Kalsel, satu kabupaten yang rawan peredaran narkotika, yakni di Kabupaten HST," kata Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol. Wisnu Andayana dikonfirmasi di Banjarmasin, Selasa (11/11/2025).

Wisnu menjelaskan hasil pemetaan yang dilakukan BNNP menunjukkan hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran gelap narkotika, namun aktivitas jaringan di wilayah HST dinilai paling mengkhawatirkan.

Meski tidak menjelaskan secara rinci data penangkapan tersangka dan barang bukti, namun ia menyoroti kondisi itu dari seluruh penindakan khususnya penangkapan belakangan ini yang melibatkan oknum anggota Polri.

Sebelumnya, BNNP Kalsel menangani kasus oknum Bhabinkamtibmas Polsek Limpasu jajaran Polres HST berinisial MI yang memiliki 0,5 kilogram sabu hingga terluka terkena tembakan saat penyergapan pada Selasa (29/4).

Kemudian, enam anggota Polres HST positif narkoba dari hasil tes urine pada Selasa (17/6), yakni Aipda EA, Aipda HS, Briptu IO, Bripda ZA, Bripka KM, serta Bripda MR dijatuhi sanksi penundaan pendidikan selama setahun dan penempatan pada tempat khusus (Patsus), serta demosi 14 hari.

Selain itu, tangkapan skala kecil yang juga cukup rutin berhasil diungkap Polres HST yang melibatkan pengguna dan pengedar.

Menurut Wisnu, pola distribusi narkoba di wilayah pedalaman seperti HST kini semakin sulit dipantau karena berbagai faktor, termasuk kondisi geografis dan kemudahan akses antar daerah yang membuat penyebaran barang haram semakin cepat.

"Selain karena kondisi geografis, akses antardaerah yang semakin terbuka membuat peredaran narkoba semakin cepat menyebar," ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, BNNP Kalsel sebelumnya juga telah melaksanakan operasi pemulihan kampung narkoba di sejumlah titik rawan, salah satunya di kawasan Kelayan Luar, Banjarmasin Selatan, yang selama ini dinilai menjadi wilayah transit peredaran sabu.

Wisnu menegaskan, upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh BNN, Polri dan TNI saja, tetapi memerlukan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat.

"Masalah narkoba ini tanggung jawab kita bersama, karena korban penyalahgunaan narkoba bisa membunuh satu generasi," ujar Wisnu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : ANTARA

Redaksi
151

Featured News

Official Support

Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya

081351921771

mediademokrasi@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer