Polda Kalteng Fokuskan Cegah Praktik Curang Jaga Stabilitas Pangan

MEDIA DEMOKRASI, Palangka Raya - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan salah satunya fokus terhadap pencegahan praktik curang dalam pengendalian stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan menghadapi Ramadhan 1447 Hijriah.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng Kombes Pol Edwar Zulkarnain di Palangka Raya, Jumat (13/2/2026), mengatakan fokus pengawasan pada pencegahan praktik curang yakni seperti penimbunan dan permainan harga yang dapat merugikan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Kami memberikan peringatan tegas kepada produsen maupun distributor agar tidak melakukan penimbunan atau memainkan harga komoditas pangan prioritas,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga melakukan pengawasan langsung terhadap distribusi dan stok pangan di pasar serta pusat distribusi.

Selain itu, juga memastikan harga barang kebutuhan pokok tetap sesuai ketentuan dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami terus melakukan pemantauan intensif di berbagai pasar guna menjaga stabilitas ekonomi, dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi," ucapnya.

Sementara itu berdasarkan perkembangan terbaru hasil pantauan Tim Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, harga rata-rata berbagai komoditas pangan masih dalam kondisi terkendali.

Di antaranya beras premium Rp16.718 per kilogram, beras medium Rp14.125 per kilogram, gula pasir Rp17.792 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.708 per liter, minyak goreng curah Rp16.025 per liter, dan minyak goreng premium Rp25.125 per liter, daging sapi Rp148.750 per kilogram, serta ayam ras Rp39.750 per kilogram.



 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : ANTARA

Redaksi
101

Featured News

Official Support

Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya

081351921771

mediademokrasi@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer