MEDIA DEMOKRASI, Jakarta — Sebuah lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyita perhatian. Kali ini, SBY menuangkan kenangan mendalam tentang peristiwa tsunami Aceh 2004 dalam bentuk lukisan.
Lukisan tersebut tak hanya merekam kehancuran akibat bencana, tetapi juga menggambarkan suasana batin penuh keprihatinan. Dalam kanvas itu, SBY mengekspresikan rasa empati dan kedekatannya dengan penderitaan masyarakat Aceh sebuah wilayah yang secara emosional memang lekat dengannya, terlebih saat ia memimpin negara ketika tragedi itu terjadi.
SBY dikenal sebagai sosok yang aktif melukis setelah tak lagi menjabat sebagai presiden. Baginya, seni bukan hanya kegiatan pengisi waktu, tetapi juga menjadi ruang kontemplatif yang mampu menenangkan batin dan menjadi medium perenungan spiritual.
Karya lukisan bertema tsunami Aceh ini memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi jembatan untuk mengolah perasaan, menyampaikan pesan kemanusiaan, dan menjaga memori kolektif bangsa. Di balik guratan warna dan bayangan gelombang yang menghantam daratan, tersimpan semangat keteguhan dan kebangkitan masyarakat Aceh.
Lukisan tersebut juga menyiratkan ajakan halus kepada masyarakat untuk kembali mengingat, merenungi, dan belajar dari bencana kemanusiaan tersebut. Dalam diamnya kanvas, berbicara kepedihan dan harapan yang tak mudah dilupakan.
Melalui karyanya, SBY sekali lagi menegaskan bahwa seni bukan semata-mata karya visual, melainkan juga wahana untuk menyampaikan pesan terdalam dari hati seorang pemimpin kepada bangsanya. (ADM)
Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya
081351921771
mediademokrasi@gmail.com
Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer